Setelah selesai mengajar dari kelas, sang guru keluar untuk kembali ke rumah. Sang guru sedikit terkejut, karena ternyata muridnya itu masih setia menunggu di luar kelas. Lantas sang guru bertanya: “mengapa kamu masih di sini, nak?”

Jawab murid itu: “saya masih ingin mendengar jawaban lanjutan atas dua pertanyataan saya tadi, guru”.

Jawab sang guru: “Baiklah, nak. Sebenarnya bapak ingin kembali ke rumah saat ini. Tetapi karena kamu sudah menunggu, bapak lanjutkan ya.

Selain dua alasan yang sudah disampaikan sebelumnya. Alasan ketiga, mengapa mereka kurang bahagia adalah orang yang bersangkutan suka membandingkan dirinya dengan orang lain, dimana ia sering merasa jauh lebih kecil bahkan merasa lebih hina dari orang lain. Ia lupa bahwa setiap orang punya jalan hidup yang beda-beda, punya waktu atau masa yang berbeda. dan seterusnya. Bisa saja kita hebat dalam satu hal, tapi mungkin tidak paham tentang hal lain. Semestinya nikmatilah dan syukurilah apa yang saat inj ada pada kita. Kita juga tidak tahu kalau ada banyak orang di luar sana yang lebih susah dari kita, serta berupaya mengejar apa yang kita punyai saat ini. Karena itu kita mesti bersyukur atas keadaan kita hari ini.

Keempat, sebaliknya kita sering merasa diri lebih hebat dari orang, sehingga ketika menemukan fakta bahwa sebenarnya ada saja orang lain yang lebih hebat dari diri kita, maka kita menjadi kecewa dan tidak bahagia. Bahkan kehebatan kita di hari ini, esok lusa bisa tergantikan oleh kehebatan yang dahsyat dari orang lain. Dengan demikian kita mesti tetap biasa-biasa saja, sehebat apapun keadaan kita saat ini.

Kelima, kita selalu dikelilingi oleh orang-orang yang selalu melihat segala sesuatu dari sisi negatif atas apa yang terjadi dalam hidup kita. Sadarilah bahwa aura negatif dari seseorang itu ibarat penyakit menular. Jika kita berada di sekitar orang yang beraura negatif, maka kemungkinan besar kita akan tertular dengan hal negatif tersebut. Untuk itu, jika kita tidak mau terjangkit penyakit menular ini, maka hindarilah orang-orang yang beraura negatif. Hendaknya hindarilah orang yang gemar bergosip, atau orang yang sering menyepelekanmu, atau orang yang suka membenci kelompok tertentu. Sebaliknya, carilah dan berkumpullah dengan mereka yang selalu berpikir positif, karena hal positif itu juga akan menular kepada kita.

Setelah menyampaikan beberapa hal di atas, sang guru melihat jam tangannya, lalu berkata kepada muruidnya: “Sesungguhnya masih ada lagi beberapa hal yang bapak ingin sampaikan kepadamu, namun bapak harus kembali ke rumah dulu, nak. Saat ini ada tamu yang sedang menunggu bapak di rumah”.

“Terima kasih guru” ucap murid itu. Lalu murid itu berkata: “saya terus menantikan penjelasan lanjutan dari bapak pada kesempatan berikutnya”. Lalu murid itupun kembali ke rumahnya sambil merenungkan kata-kata gurunya tadi. (Bersambung…)