Tinggal hitung jam dan menit, tahun 2018 akan segera berlalu dan kita akan memasuki Tahun 2019. Tahun 2018 telah mengukir sejuta kenangan indah dan banyak berkah yang sudah tertabur bagi kemaslahatan umat manusia. Namun pada sisi yang lain juga tercatat sejumlah bencana. Bencana tsunami Selat Sunda yang baru saja terjadi pada tanggal 22 Desember 2018, yang tidak didahului dengan deteksi gejala awal merupakan peristiwa yang sungguh mengejutkan semua pihak serta telah menelan banyak korban.

Dari rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diketahui bahwa tahun 2018 mengalami bencana terbanyak jumlahnya dibanding tahun-tahun sebelumnya. BNPB mencatat selama tahun 2018, terjadi 1.999 bencana di Indonesia (Kompas, 25/12/2018). Disebutkan bahwa akibat bencana-bencana tersebut adalah 3.548 orang meninggal dunia dan hilang, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana, 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, 20.608 rumah rusak ringan, dan ribuan fasilitas umum rusak. Hal ini dapat membuat banyak warga menjadi kuatir dengan tahun 2019.

Menyikapi hal di atas, persoalan utama bagi kita, bukan pada berapa banyak jumlah bencana yang terjadi di tahun 2018, tetapi lebih pada bagaimana dampak dari bencana tersebut di atas. Berbagai dampak bencana itu tentunya akan menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk menatap hari esok yang lebih baik di 2019. Para pihak terkait mesti lebih berbenah dalam segala hal, agar ke depan menjadi lebih mumpuni dalam menangani bencana sehingga dapat meminimalisir berbagai dampaknya di waktu akan datang.

Lalu bagaimana dengan prediksi bencana di tahun 2019?

Tentu kita semua tak akan menginginkan terjadi bencana apapun pada 2019. Kita semua sangat optimis bahwa tahun 2019 adalah tahun yang penuh berkah. Namun menurut prediksi BNPB bahwa pada tahun 2019 akan terjadi sejumlah bencana alam, antara lain: banjir, longsor, dan puting beliung yang diprediksi akan mendominasi bencana pada 2019. Meskipun tidak dapat dipastikan, namun bencana-bencana hidrometeorologi cenderung dapat diprediksi (TribunJatim.com, 29/12/2018).

Walau demikian prediksi BNPB, semua ini masih merupakan prediksi yang bisa saja meleset dari perkiraan. Namun demikian, diharapkan agar semua pihak terkait, memiliki rasa bertanggung jawab yang tinggi untuk mengelola dengan baik dan benar terhadap dampak bencana, sesuai dengan tugas, kewenangan dan fungsi masing-masing. Warga di sekitar lokasi potensi bencana sudah semestinya dipersiapkan dengan berbagai metode dan teknik kesiapsiagaan bencana oleh pihak BNPB dan pihak terkait lainnya. BMKG segera berbenah diri dan lebih intensif lagi dalam mendeteksi berbagai gejala bencana sehingga peristiwa Selat Sunda tidak terulang. Kepada warga juga diharapkan memiliki kesadaran untuk berperan aktif dalam berbagai upaya pencegahan bencana. Selain itu, dukungan kebijakan dalam hal politik anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan bencana sudah semestinya mendapat perhatian yang lebih serius oleh para pengambil kebijakan. Dengan demikian, maka berbagai dampak negatif bencana pada 2019 akan dapat diminimalisir bahkan dapat dihindari.

Kita terus mendoakan agar tahun 2019 menjadi tahun penuh berkat bagi Indonesia dan dunia pada umumnya. Semoga.