Dalam hidup keseharian sebagai warga bangsa dan negara, kita akan selalu dan senantiasa bersentuhan dengan berbagai urusan politik, baik langsung maupun tidak langsung. Apalagi tahun 2019 ini tahun politik nasional dan baru saja melawati tahun 2018 sebagai tahun politik di daerah, dimana hingar bingar politik terus berlangsung. Akibatnya saat ini banyak orang sibuk dengan berbagai urusan politik.

Baca juga: Tingkah Laku Para Caleg Kita

Bila kita mencermati aktivitas politik nasional saat ini, terlihat bahwa tahun politik 2019 ini sedikit berbeda dengan 2014 dan tahun-tahun politik sebelumnya karena pada tahun 2019 ini sebagian besar aktivitas politik sudah menggunakan media sosial. Akibatnya para pihak yang tidak berkesempatan menghadiri momen-momen politik secara langsung di arena politik dapat mengikutinya dengan baik melalui berbagai media sosial.

Mencermati akan ragam aktivitas politik pada berbagai media sosial tersebut, ditemukan bahwa berbagai ulasan dan tayangan yang tersaji, secara umum terbagi atas tiga kelompok.

Pertama, sajian dari kelompok yang pro terhadap suatu kepentingan politik tertentu. Sajian berupa ulasan dan tayangan dari kelompok ini selain obyektif dan rasional, namun juga banyak yang cenderung emosional, sehingga akan melakukan apapun yg menunjukan keberpihakannya kepada kepentingan politik tertentu untuk tujuan mendapat dukungan politik dari pihak lain. Secara emosional, sajian yang diberikan tidak tanggung-tanggung untuk tujuan pro, termasuk upaya mengemas ulasan dan tayangan yg sudah dibumbui, bahkan ada oknum yang berani membuat berita bohong (hoax). Apapun yang dilakukan pihak kontra, kelompok pro akan segera tampil untuk memberikan pembelaan dengan berbegai argumen, kadangkala tidak peduli dengan benar tidaknya argumen itu. Jika demikian, lalu apa yang salah?

Sesungguhnya sajian yang menunjukan sikap keberpihakan dari kelompok pro ini, mereka tidak salah dalam melakukan hal itu, kecuali dalam hal hoax. Sebab jikalau bukan kelompok pro yang bertanggung jawab untuk melakukan pembelaan lalu kepada siapa mereka berharap. Kelompok pro-lah yg memang mesti melakukan pembelaan. Tanpa kelompok pro, maka dengan mudah suatu kepentingan politik akan ambruk dan bisa lenyap dari dunia persilatan politik. Kelompok pro harus hadir untuk menjaga dan memperkokoh kepentingan politik tertentu agar bisa bertahan hingga masa tertentu atau kelompok pro hadir untuk memperjuangkan tercapainya tujuan politik tertentu sebagaimana yang mereka inginkan.

Kedua, sajian dari kelompok yang kontra dengan kepentingan politik tertentu. Sajian dari kelompok ini akan senantiasa melakukan perlawanan terhadap kepentingan politik tertentu. Sajian dari kelompok kontra ini, sering kali juga cenderung emosional, sehingga kadang kala hal yang tidak salahpun mereka salahkan untuk tujuan kontra politik. Bahkan tidak sedikit sajian dari kelompok kontra yang berupa berita bohong (hoax) untuk tujuan kontra. Kadang-kadang sekecil apapun suatu kesalahan atau kekeliruan akan diangkat oleh pihak kontra bahkan dibesar-besarkan untuk menunjukan kelemahan lawan politik. Lalu apa yang salah dengan sajian kelompok kontra?

Apabila suatu kelompok, baik kontra maupun pro menggunakan sajian berita bohong (hoax), pasti tidak bisa dibenarkan oleh siapapun. Soal ini clear. Lalu terkait dengan sajian kontra non hoax, sebenarnya hal kontra itu sudah biasa terjadi dalam dunia politik sejak politik itu ada di dunia. Memang kontra politik itu mesti hadir sebagai penyeimbang agar suatu kelompok tertentu tidak mendominasi suatu kepentingan politik tertentu, bahkan bisa mengarah kepada absolutisme dan sejenisnya, apabila tidak segera diimbangi oleh kelompok kontra.

Ketiga, sajian dari kelompok netral, tanpa pro atau kontra. Sajian dari kelompok netral biasanya bersifat edukasi dan pencerahan. Namun sajian yang netral juga sering dicurigai, baik oleh kelompok pro maupun kontra. Bila sajian netral itu seolah-olah betpihak kepada kelompok pro, maka kelompok kontra akan curiga. Demikian pula sebaliknya. Sajian dari kaum netral kadang mengecewakan salah satu kelompok pro atau kontra. Tidak sedikit dari kaum netral yang diserang oleh kelompok pro maupun kontra, atas dasar kecurigaan. Hal pasti bahwa biasanya sajian dari kelompok netral ini lebih obyektif dan rasional, tanpa kepentingan emosional pro atau kontra pada kepentingan politik tertentu.

Lalu masyarakat umum mesti percaya sajian dari kelompok yang mana: pro, kontra atau netral?

Tugas kita sebagai masyarakat umum adalah mencermatinya, menganalisis, mempertimbangkan dengan nurani dan akal sehat, serta memutuskan kepentingan politik mana yang sesuai dengan nurani dan akal sehat kita. Untuk tujuan ini, kita sebagai masyarakat umum tidak perlu ikut-ikutan secara emosional. Mari kita manfaatkan berbagai ulasan dan tayangan dari ketiga kelompok sumber sajian itu sebagai referensi dalam menentukan sikap dan pilihan politik untuk kebaikan bagi semua orang di negeri ini.

(Tulisan ini pernah dimuat di kompasiana.com, 28/01/2019. Link: https://www.kompasiana.com/daudamaratod/5c4ef1de6ddcae62cf077276/emosi-pro-kotra-politik)