Fakta telah menunjukan bahwa hampir tidak ada pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh seorang diri tanpa bantuan atau campur tangan pihak lain. Bahkan sangat terasa bahwa seorang manusia sangat bergantung pada orang lain. Demikian pula dengan para pejabat pemerintahan, tidak akan mungkin mampu melakukan perubahan tanpa adanya bantuan atau campur tangan pihak lain (stakeholder) melalui suatu kerjasama yang baik. Dalam hal ini kesuksesan suatu tim kerja (panitia) tertentu dalam melaksanakan suatu proyek perubahan, tidak saja ditentukan oleh tim kerja yang bersangkutan, namun juga sangat pengaruhi oleh keterlibatan atau kontribusi para pihak terkait (stakeholder).

Selanjutnya, sejak pemberlakuan Diklat Kepemimpinan Pola Baru dari tahun 2014 hingga saat ini, setiap peserta diklat kepemimpinan diarahkan untuk menjadi Pemimpin Perubahan agar mampu melakukan perubahan pada unit kerja masing-masing.

Kesuksesan seorang pemimpin perubahan dalam melakukan perubahan pada unit kerja masing-masing, tidak saja ditentukan oleh pemimpin secara individual, atau oleh tim kerja secara parsial. Namun juga sangat dipengaruhi oleh para stakeholder yang terkait dengan proyek perubahan.

Sehuhungan dengan itu, maka setiap alumnus diklat pim diharapkan dapat menjadi pejabat pemerintah yang mampu mengelola para stakeholder agar dapat membangun kerjasama yang lebih berkualitas. Makin tinggi kualitas kerjasama dengan para stakeholder, maka akan semakin besar pula peluang tercapainya tujuan proyek perubahan.

Guna memudahkan terciptanya kerjasama tersebut, maka semua pihak terkait (stakeholder) perlu dikoordinir dan disenergikan oleh project leader, agar stakeholder yang bersangkutan memberikan dukungan kepada tim kerja agar dapat bekerja secara efektif guna mencapai tujuan suatu proyek perubahan. Dalam hal ini seorang pejabat pemerintah sebagai pemimpin perubahan, dalam memimpin dan memfasilitasi berbagai program dan kegiatan, perlu mengenali seluruh stakeholder dan selanjutnya mengelola para stakeholder tersebut agar memberikan kontribusi positif dalam pencapaian tujuan proyek perubahan.

Sehubungan dengan keterlibatan stakeholder dalam proyek perubahan, maka beberapa hal yang mesti dimiliki oleh seorang seorang pemimpin perubahan adalah:

  1. Memahami dengan baik tentang Konsep Tim Efektif.
  2. Mengidenfikasi dan mengenali dengan benar para stakeholder.
  3. Mengenali nilai, kepentingan dan sikap stakeholder.
  4. Melakukan analisis hubungan, dukungan, pengaruh dan kepentingan stakeholder terhadap program dan kegiatan yang dicanangkan serta memetakan posisi masing-masing stakeholder terhadap program dan kegiatan (termasuk proyek proyek perubahan).
  5. Mempengaruhi stakeholder dalam melaksanakan program dan kegiatan (termasuk proyek proyek perubahan).
  6. Membangun strategi komunikasi yang efektif untuk menyamakan persepsi dan bisa mengajak stakeholder mewujudkan tim yang efektif.

Uraian dan penjelasan tentang keenam hal di atas dapat disimak dalam bahan tayang sebagaimana terlampir di bawah ini.

Silahkan download materinya pada file dibawah ini:

(1) File satu

(2) File dua

(3) File tiga

(4) File empat

(5) File lima

(6) File enam

Iklan