Sesungguhnya dunia kerja swasta maupun pemerintah memiliki tujuan yang sama, yakni mengurus, menyediakan dan/atau memberikan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan (pengguna layanan). Namun dalam gerak langkah operasionalnya, terkesan bahwa seolah-olah keduanya berbeda.

Hal yang membuatnya berbeda antara lain adalah orientasinya. Dalam dunia swasta atau bisnis orientasi utamanya pada profit. Sedangkan di dunia pemerintahan orientasi utamanya adalah pelayanan publik dan pelayanan pemerintah tidak pantas untuk berorientasi profit.

Akibat dari pelayanan yang tidak berorientasi profit itu, banyak lembaga pemerintah yang pegawainya kurang maksimal saat melaksanakan tugas pelayanannya. Sebagian pegawai pemerintah terlihat biasa-biasa saja, bahkan tidak sedikit yang gagal dan berkinerja rendah. Hal ini selalu dan terus terjadi, walaupun tak dapat dibenarkan.

Namun pada sisi yang lain, kita juga sangat mudah menemukan bahwa ada sejumlah pegawai dalam birokrasi pemerintah yang sukses luar biasa.

Dari beberapa diskusi maupun hasil pengamatan dan pengalaman di lapangan, ditemukan bahwa pribadi yang sukses dan berkinerja tinggi dalam birokrasi pemerintah adalah mereka yang telah memiliki Spirit 3T (Tekun, Tenang dan Tuntas). Spirit 3T ini telah teruji mampu mendorong siapa saja untuk mencapai hasil-hasil terbaik dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik.

Pertanyaannya adalah bagaimana Spirit 3T tersebut berperan dalam bekerja sehingga mampu mendorong orang-orang menjadi pribadi yang sukses dan berkinerja tinggi?

Spirit Tekun

Spirit tekun dimaksud adalah semangat kerja dalam diri seseorang yang mampu mendorongnya untuk terus bekerja rajin dan bersungguh-sungguh hingga mencapai target (hasil kerja) yang telah direncanakannya. Siapapun orang yang memiliki spirit tekun, biasanya tidak peduli dengan berbagai keterbatasan yang ada padanya.

Orang yang memiliki spirit tekun, tak akan pernah menyerah, terus semangat bekerja tanpa jemu guna mencapai target atau tujuan atau hasil kerja yang diharapkan. Walaupun secara intelektual, ia tergolong lemah, namun berkat ketekunannya, seseorang akan menjadi luar biasa. Sebab dari proses tekun yang dilakukan akan mengantarnya dari satu pengalaman kepada pengalaman berikut, yang mana dari pengalaman tersebut ia dapat belajar untuk menjadi lebih baik pada proses berikutnya.

Orang yang memiliki spirit tekun biasanya menerapkan adagium bahwa pengalaman adalah guru yang baik. Berbagai pengalaman sukses maupun gagal akan membuatnya makin hari akan semakin baik seiring dengan bentukan pengalaman dalam dirinya. Itulah sebabnya ada orang yang terlihat tidak menonjol secara intelektual dan akademis, namun ia dapat berkinerja tinggi dan dapat mencapai tujuan organisasi sebagaimana yang diharapkan. Sebab spirit tekun telah mengasahnya menjadi pribadi hebat dan sukses.

Spirit Tenang

Spirit tenang yaitu sikap mental dalam diri seseorang yang menunjukan suasana kebathinan yang berbesar hati menerima segala keadaan yang sedang terjadi, termasuk keadaan yang sulit dan tidak menentu atau buruk sekalipun.

Spirit tenang ini sangat dibutuhkan dalam bekerja sebagai pelayan publik. Sebab setiap pelayan publik akan selalu menghadapi situasi yang sulit dan tak menentu bahkan buruk. Situasi-situasi yang sulit, tak menentu atau buruk dapat terjadi oleh karena berbagai sebab. Situasi tersebut biasanya dapat membuat seseorang menjadi panik, yang berakibat orang bersangkutan bisa terganggu secara psikologis. Akibat lanjutannya adalah orang yang panik tidak dapat bekerja dengan baik sehingga akan berkinerja rendah. Bahkan bisa fatal jika ia lepas kendali.

Guna menghindari kinerja rendah tersebut di atas, maka setiap orang mesti tetap tenang. Sebab dengan ketenangan yang dimilikinya, ia akan bekerja dengan baik, sehingga pada akhirnya akan berkinerja tinggi.

Menjadi pribadi yang tenang merupakan dambaan semua orang. Untuk menjadi pribadi yang tenang membutuhkan dua hal utama, yakni percaya diri dan mampu mengendalikan diri dalam situasi yang sesulit apapun. Kadar percaya diri seseorang ditentukan oleh muatan kapasitas dirinya. Sedangkan kekuatan kendali diri seseorang tergantung dari tingkat kematangan emosionalnya.

Mengingat bahwa ketenangan yang dimiliki akan mendorong seseorang untuk bekerja dengan baik dan pada akhirnya akan berkinerja tinggi, maka sebagai pelayan publik diharapkan dapat memupuk spirit tenang dalam dirinya dari waktu ke waktu.

Spirit Tuntas

Spirit tuntas yakni semangat dalam diri seseorang yang tidak akan berhenti bekerja manakala tujuan atau target kerjanya belum rampung. Orang yang memiliki spirit tuntas biasanya selalu berupaya untuk menemukan cara-cara tertentu sampai pekerjaannya selesai, agar target yang dipatoknya dapat tercapai secara efektif.

Banyak fakta memperlihatkan bahwa pelaksanaan tugas pelayanan publik akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah yang menggurita, serta beragam keterbatasan yang ada, baik secara individu maupun kelembagaan. Fenomena ini dapat berakibat banyaknya tugas-tugas pelayanan publik yang tidak tuntas dikerjakan. Namun bagi mereka yang memiliki spirit tuntas, akan terus bekerja hingga selesai dan mencapai target yang telah direncanakan.

Bertalian dengan uraian di atas, dapat dipahami mengapa seseorang yang dikenal sebagai orang cerdas dan terampil, namun bisa berkinerja rendah, bahkan bisa gagal dalam tugas pelayanannya. Sebab walau cerdas dan terampil, namun jika tidak disertai dengan spirit tuntas, maka ia dapat berhenti di tengah jalan sebelum mencapai tujuannya, atau menyisakan kerja dan masalah yang dapat merepotkan orang lain. Sebaliknya jika seseorang memiliki spirit tuntas, maka ia akan terus bekerja hingga selesai, tanpa menyisakan kerja dan masalah sedikitpun, serta akan menjadi pribadi yang sukses.

Kombinasi Spirit 3T

Spirit 3T (tekun, tenang dan tuntas) merupakan kombinasi spirit yang saling melengkapi. Seseorang yang memiliki spirit tuntas sebagaimana dijelaskan di atas, tak akan mungkin menjadi pribadi sukses tanpa dibarengi dengan spirit tenang dan tuntas. Sebab semangat untuk tekun bekerja akan pudar jika tidak dilengkapi dengan ketenangan ketika menghadapi berbagai tantangan. Juga akan sia-sia jika ketekunan kerja tidak berakhir tuntas. Seseorang tidak memiliki spirit tuntas akan menghabiskan energi dan waktu untuk bekerja tanpa hasil, manakala ia tak kunjung tuntas.

Demikian pula dengan spirit tenang dalam bekerja seperti uraian di atas, tak akan berguna jika tidak ada spirit tekun dan tuntas. Ketenangan justru akan membuatnya berdiam diri tanpa gerak, jika tidak memiliki spirit tekun yang mendorongnya untuk segera bekerja, maupun spirit tuntas yang menghantarnya pada puncak kerja guna meraih hasil.

Selanjutnya niat suci untuk bekerja tuntas tak akan pernah terwujud jika tidak memiliki spirit tekun dan tenang. Tak akan ada hal yang tuntas tanpa didorong oleh spirit tekun untuk mulai bekerja, serta terus berproses dalam kerja oleh spirit tenang. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa Spirit 3T merupakan kombinasi spirit sebagai kunci sukses dalam bekerja pada birokrasi pemerintah.

Mengacu pada uraian di atas, dapat dipahami mengapa setiap orang yang memiliki Spirit 3T akan menjadi pribadi yang sukses dan berkinerja tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanannya sebagai pelayan publik.

Salam Sukses…!!

Daud Amarato D.

Iklan