amarato.education

Berpikir strategis bertindak taktis

Profil Pemilik

Daud Ama Rato Dabidede, yang lebih umum disapa dengan nama Daud Amarato, dikenal sebagai seorang aktivis. Darah aktivisnya sudah mengalir sejak sekolah SD, SMP dan SMA, dimana ia aktif sebagai pengurus OSIS dan selalu mengikuti berbagai kegiatan minat bakat di sekolahnya. Hingga masuk perguruan tinggi di Universitas Nusa Cendana, darah aktivisnya terus bergelora sehingga selalu aktif dalam berbagai organisasi intra dan ekstra kampus.

Kemampuan berorganisasinya mulai tertata saat ia aktif sebagai pengurus Senat Mahasiswa Fakultas maupun Senat Mahasiswa Universitas dan selanjutnya Pengurus GMKI Cabang Kupang, hingga sempat menjadi Pengurus Pusat GMKI. Selama kuliah, ia juga sering mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah mahasiswa serta lomba pidato antar perguruan tinggi, mewakili kampusnya, serta meraih sejumlah prestasi di kala itu.

Daud Amarato pernah menjadi salah satu pimpinan dalam Partai Politik tingkat Provinsi NTT (Partai Republik, saat itu) dan Pegiat LSM (WVI Rote Relief Project). Selanjutnya bekerja sebagai dosen pada Fakultas Ekonomi UPG 45 NTT (yang sebelumnya bernama Universitas PGRI NTT) di Kupang. Daud Amarato juga pernah menjadi Pimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi NTT (pada tahun 2005 – 2010 sebagai Wakil Ketua DPD dan pada tahun 2010 – 2013 sebagai Ketua DPD KNPI NTT). Selanjutnya menjadi Ketua MPI KNPI NTT (2013 – 2016 & 2017 – 2020) Dari berbagai aktivitas itulah yang membuat ia memiliki banyak relasi dengan berbagai pihak dan kalangan. Ia dikenal sebagai orang yang bisa bergaul dengan siapa saja tanpa terpengaruh oleh berbagai perbedaan.

Orang ini sangat mudah tertawa dan bercanda dalam setiap keadaan, sehingga kehadirannya selalu mampu mencairkan kebekuan, serta bisa mendamaikan perseturuan yang berkecamuk. Orang ini juga dikenal sebagai orang yang selalu mempunyai sikap jelas dalam menyikapi suatu perkara, serta tegas dalam keputusan, terutama ketika memimpin sebuah organisasi.

Daud Amarato adalah anak pertama dari Bapak Melkianus Dabidede dan Ibu Paulina dari enam bersaudara. Ia dilahirkan dan dibesarkan di bumi Sandlewood dalam lingkungan keluarga guru, dengan pola hidup yang sederhana dan apa adanya.

Daud Amarato menikah dengan Nurul Sutarti, yang juga dikenal sebagai seorang aktivis perempuan dari Kota Solo, Jawa Tengah. Daud Amarato bertemu jodoh di Kampus UKSW Salatiga, Jawa Tengah ketika melanjutkan studi pasca sarjana. Pasangan Daud Amarato-Nurul Sutarti dikarunia dua orang putri yang cantik, dengan nama: Cherstien Bintarti Anugerah Putri Amarato dan Kenzie Santika Kurnia Putri Amarato.

Sejak tahun 2005 hingga saat ini aktif sebagai Widyaiswara pada Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi NTT. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi Aparatur Pemerintah Daerah dan Guru dari Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT. Selama ini ia menekuni dan mendalami ilmu-ilmu terapan dalam bidang kerjasama dan tata kelola pemerintahan, antara lain: Kecerdasan Emosi, Membangun Tim Efektif, Jejaring Kerja, Koordinasi & Kolaborasi, Good Governance, Pelayanan Prima, Akuntabilitas PNS, serta Whole of Gavernment. Sementara itu sejak tahun 2002 hingga saat ini, ia juga terus aktif sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas PGRI NTT Kupang, yang pada tahun 2017 berganti nama menjadi Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 45) NTT di Kupang.

Waktu senggangnya digunakan untuk menggembleng kaum muda dan mahasiswa dari berbagai organisasi, serta melakukan kegiatan pengabdian masyarakat pada beberapa desa, terkait kegiatan pelatihan bagi aparatur desa. Ia suka membaca, gemar berdiskusi dengan siapa saja dan senang bekerja untuk menghadirkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. Orang ini juga suka tantangan, namun tetap realistis, serta berupaya menikmati hidupnya dengan moto: “segala sesuatu ada waktunya”.

Iklan
Iklan
%d blogger menyukai ini: